Kehitaman di rongga mulut, sering terjadi pada gingiva. Kehitaman atau pigmentasi ini bisa terjadi secara normal, misalnya karena faktor genetik. Namun derajat pigmentasi dipengaruhi oleh stimulasi mekanik, fisik dan kimia. Ditinjau dari faktor genetik, orang kulit hitam lebih memiliki kemungkinan pigmentasi pada gusi. Meski jumlah melanosit pada tiap ras tidak jauh berbeda, namun pigmentasi ditentukan oleh jumlah melanosit yang aktif.
Sebab lain gusi bisa menghitam diantaranya adalah aktifitas kelenjar hormon endokrin yang berlebihan, rokok, obat anti malaria, obat tertentu seperti obat anti malaria, minosiklin, pil kontrasepsi, mentol dan paparan logam berat seperti emas, bismuth, merkuri, perak, timah, timbal. Juga dialami semasa kehamilan, penderita hipertiroid dan juga pada orang yang kekurangan nutrisi.
Pada perokok beberapa zat pada tembakau memicu stimulasi melanoblas sehingga terjadi hiperpigmentasi. Pigmentasi ini secara perlahan akan menghilang selama beberapa bulan setelah berhenti merokok. Bibir yang hitam juga merupakan suatu tanda adanya kehitaman gusi, sebab penelitian mengatakan 95% perokok dengan bibir yang hitam gusinya pun hitam.
Read the rest of this entry »
Comments