Merekam dengan Cool Edit

Posted: January 2, 2008 in Tips & Trik

Merekam dengan Cool Edit

Sekarang kita mencoba meng’utak-atik’ software editing audio kita coba dengan cool edit pro😀.

1) Persiapkan materi anda (dalam contoh ini kita menggunakan perekam kaset mono Marantz).

2) Pastikan kaset perekam dalam “tape position” (lihat panel kiri depan).

3) Hubungkan dari saklar “line out” (RCA-phono) pada tape, ke saklar mini jack “aux in” (yang berwarna hitam) di bagian belakang komputer.

4) Nyalakan komputer.

5) Open (buka) Sound Blaster mixer (mungkin anda menemukan tombol “mixer” di pojok kanan bawah layar, atau anda dapat menemukannya dengan menekan “start”, “programs”, “Sound Blaster PCI64” dan “Mixer”).

6) Open (buka) “aux fader” pada posisi sekitar 50%. Buka “volume fader” pada posisi dekitar 50%. Mainkan tape, dan sekarang bisa terdengar suaranya di speaker.

7) Open (buka) “Cool Edit Pro“- dan sekarang layar menjadi gelap (berwarna hitam) (jika tidak, tekan tombol panjang dengan gelombang berwarna hijau/kuning padak pojok kiri atas – inilah yang disebut tombol multitack switch).

8) Buka “File” di bar kiri atas. Pilihlah “New“.

9) Pilih “44.100” atau contoh yang lebih rendah daripada itu
Sedangkan mengenai tingkat solusi, pilih “16 bits” dan jika anda bekerja dengan kaset perekam Marantz, tekanlah juga “mono“. Tekan “ok”. Sekarang perekam dua track sudah muncul.

10) Open (buka) VU-meter dengan melakukan double click pada slim black window (jendela hitam kecil) di bagian bawah tampilan penggunaan Cool Edit.

11) Sesuaikan level VU pada mixer (aux fader). Jagalah tingkatan level Cool Edit pada posisi max.- 6

12) Pastikan tape cuplikan siap di kaset perekam.

13) Mulailah merekam – dengan menekan tombol merah yang ada pada bagian tape pengontrol yang terdapat di pojok kiri bawah dari Cool Edit.

14) Mulailah tape yang berada pada cassette player.

15) Tekan tombol “pause” ketika anda ingin menghentikan rekaman!!!!

16) Temukan cuplikan selanjutnya pada cassette player.

17) Tekan “pausesekali – dan proses perekaman akan berlanjut kembali.

18) Ulangi langkah 15) sampai 17) berkali-kali – sampai semuanya terekam.

19) Buka “File” (bar teratas, di sebelah kiri). Tekan “Save as”. Browse ke “My documents”. Buatlah sebuah folder dengan nama “Sound files only” – jika sebelumnya folder tersebut belum ada. Namakanlah file dengan nama yang jelas dan mudah dikenal.

20) Tekan “ok” setelah selesai menuliskan nama file.

File anda sekarang telah tersimpan

sumber : jakarta.unesco.or.id

Comments
  1. RamonXick says:

    HAHAHAHAHAHAHA I SEE YOU BROKEN MAN!!!!

    ^_^

  2. mistikman says:

    Yeah… but, not only see Fell it too

  3. aldrik says:

    What a pity words😛

  4. mistikman says:

    A pity words😦
    for a pity boy😦

  5. aldrik says:

    yeach, of course it means that “you” are you😛

  6. jagoan says:

    petunjuknya singkat padat dan jelas sekali.
    terimakasih

  7. sasai blog says:

    ini yang ane cari sob …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s