Rokok Penyebab Gusi Menghitam

Posted: October 29, 2009 in Kesehatan

Kehitaman di rongga mulut, sering terjadi pada gingiva. Kehitaman atau pigmentasi ini bisa terjadi secara normal, misalnya karena faktor genetik. Namun derajat pigmentasi dipengaruhi oleh stimulasi mekanik, fisik dan kimia. Ditinjau dari faktor genetik, orang kulit hitam lebih memiliki kemungkinan pigmentasi pada gusi. Meski jumlah melanosit pada tiap ras tidak jauh berbeda, namun pigmentasi ditentukan oleh jumlah melanosit yang aktif.

Sebab lain gusi bisa menghitam diantaranya adalah aktifitas kelenjar hormon endokrin yang berlebihan, rokok, obat anti malaria, obat tertentu seperti obat anti malaria, minosiklin, pil kontrasepsi, mentol dan paparan logam berat seperti emas, bismuth, merkuri, perak, timah, timbal. Juga dialami semasa kehamilan, penderita hipertiroid dan juga pada orang yang kekurangan nutrisi.

Pada perokok beberapa zat pada tembakau memicu stimulasi melanoblas sehingga terjadi hiperpigmentasi. Pigmentasi ini secara perlahan akan menghilang selama beberapa bulan setelah berhenti merokok. Bibir yang hitam juga merupakan suatu tanda adanya kehitaman gusi, sebab penelitian mengatakan 95% perokok dengan bibir yang hitam gusinya pun hitam.

Jadi bila sebab utama yakni merokok sudah dihentikan serta tidak ada faktor lain yang menyertai, namun warna gusi masih belum memuaskan, bisa dilakukan terapi atau perawatan untuk mengembalikan warna gusi.

Alternatif perawatan adalah bedah, kimia, kauterisasi gusi (electrosurgical), atau prosedur bedah beku (cryosurgical). Salah satu contoh depigmentasi (mengurangi kehitaman gusi) bisa dilakukan dengan menggunakan sinar laser hidrokinetik (Er,Cr YSGG laser),. Jadi dengan kombinasi laser (20Hz; 1,75W – 1,5W) dengan 20-40% udara dan 12-5% semprotan air, digunakan untuk mengangkat pigmen gusi tanpa berkontak dengan jaringan. Satu minggu kemudian jaringan sembuh dan enam bulan kemudian dilakukan follow up, ternyata warna gusi bisa tetap normal (tidak kembali menghitam). Di Indonesia, perawatan dengan sistem laser mungkin masih jarang karena mahalnya peralatan laser, sehingga alternatif perawatan lainnya bisa dicoba.

Yang jelas, berhenti merokok yang sudah dilakukan patut diacungi jempol karena merupakan langkah pertama yang paling penting sebelum perawatan lanjutan dilakukan.

Drg C.Maulani
(cybermed.cbn.net.id)

Comments
  1. Ahli bedah gusi says:

    thanks infonya gan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s