Archive for the ‘Jalan Jalan’ Category

Ijen itu indah..
Salah Ijen itu sangat indah…

Saya sudah menulis beberapa paragraf untuk tulisan ini tapi sepertinya situasi yang membuat saya men delete semua dan hanya menampilkan foto saja.

Suatu saat saya harus kesini lagi dengan membawa cerita yang lain dan lebih indah untuk ditulis di blog saya ini..

Jadi cukuplah menikmati fotonya saja 😀

DSC07156 DSC07069 DSC07057 DSC07323 DSC07301 DSC07297 DSC07290 DSC07281 DSC07276 DSC07271 DSC07252 DSC07250 DSC07240 DSC07224 DSC07201 DSC07197 DSC07159 DSC07251

Advertisements

Sebuah cerita trip pertama bersama komunitas Bakcpacktor (backpacker motor), mengambil lokasi di sebuah bumi perkemahan di desa Sendi, Pacet.
Trip sederhana dan relatif dekat (kurang dari 2 jam dari surabaya) tapi cukup berkesan, jadi begini ceritanya..

Trip di mulai pada sabtu siang tanggal 13 April 2013 dengan lokasi berkumpul di depan CITO pada jam 3 sore dengan agenda penantian dan foto bersama… di tengah penantian peserta yang lain pandanganku terfokus pada salah satu gadis nan jelita yang terlihat lebih bersinar diantara yang lain, dengan perasaan penuh tanya siapa gerangan dirinya (mulai nyanyi) karena selama ini tak pernah terlihat di kopdar sebelumnya batang hidungnya yang walaupun rada pesek #ups.

Setelah lama menanti dan ternyata yang dinanti berangkat malam jadi kita mulai perjalanan ini, diawali dengan doa bersama agar semua lancar (termasuk pdkt peserta baru) meluncurlah kita ke pacet dengan kecepatan sedang cenderung pelan, walau hujan badai menerjang tapi tak dapat menghentikan perjuangan kita (lebay kumat). eh si anak baru gimana nih critanya? lah ngapain gw jadi leader? gak bisa liat anak baru dong.. akhirnya dengan memberikan kode agar bergantian leader dan berganti ke deretan belakang maka mulailah mencari si gadis jelita ini.. eh ternyata dia yang nyetir bung.. memperhatikan dari belakang dan kadang dikit ngelamun tanpa sadar kita sampai di lokasi 😀

Sesampainya di lokasi ds sendi kita berteduh di warung yang memang banyak tersedia disana, disana kita makan dan sedikit diskusi (heh sedikit? sampe bosen malahan) si gadis imut duduk jauh nan disana ah tak bisa ngobrol nih.. hey ngobrol? kenal aja blom :D. menuju lokasi perkemahan kita terhadang jalan tanah yang berlumpur dan susah (gak lebay) lalu mendirikan tenda.

Semua tenda sudah berdiri dengan gagahnya maka acara selanjutnya adalah BEBAS. sambil menikmati kopi kita di suguhi penamdangan langit yang cerah dengan taburan bintang dimana mana, ahh.. ini yang bikin kangen terus sama gunung… bentar.. menikmati bintang sendirian? kayak orang galau aja -__-!, dimana gadis imut gerangan? andaikan dirinya sudi berbagi kebahagiaan bersamaku disini (mellow time).

Tuhan memang sedang memberikan kebahagiaan lebih kepadaku tenda si gadis manis ternyata disebelah bung… ini yang bikin galau menikmati ciptaan tuhan yang mana yang kulihat? menatap ke atas langit atau ke samping tenda? owh tuhan sinar mereka sama sama terang.

menikmati kopi bersama para lelaki di dekat tenda sambil sering mencuri pandang tak ada salahnya… malam semakin larut ada sebagian yang sudah menghilang di dalam indahnya mimpi dan sebagian memilih bercengkrama bersama, kulihat gadis itu sedang menikmati bintang sendiri ahh tuhan terlalu baik malam ini padaku… dengan segenap jiwa raga maka kusapa dia dan mulai berbincang ringan.. untung ada temanku satu lagi yang join bersama kami jadi pembicaraan bisa lebih hidup tanpa ada jeda hening. berbicara ngalor ngidul dengan topik gak jelas mulai dari trip yang pernah dilakukan sampai perbedaan busway dan subway hahaha

semakin malam akhirnya kita hanya berdua di depan tendanya.. bertanya nomer hp, whatsapp dll agar tidak terputus percakapan hari ini 😀 #modus, doaku terkabul menikmati kopi sambil melihat bintang yang indah ditemani bidadari cantik pula… SEMPURNA
sudah jam 2 pagi dia kembali ke tenda dan berniat untuk tidur.. aku bergabung dengan pada pejantan..

Di pagi hari yang cerah semua berburu foto matahari terbit dan foto foto tak jelas lainnya 😀 sedikit siang kita berkumpul untuk agenda selanjutnya, kembali ke warung kemarin malam kita sudah disambut makanan yang memang sudah dipesan kemarin malam.

Perjalanan pulang… grup berpisah ada yang lanjut ke air panas dan pulang… tapi kenapa gadis imut itu ke air panas sedangkan yang lain pulang? dengan berat hati karena ada penumpangku yang menginginkan pulang juga maka kita berpisah disini…

Semoga trip ini awal dari cerita yang baru Backpacktor dan juga gadis manis,…

100_9872 100_9874 100_9903 100_9909 100_9915 100_9937 100_9940 100_9995 101_0006 DSC_0084 DSC_0097

DSC_0170

Badai di Gunung Penanggungan

Posted: February 26, 2013 in Jalan Jalan

Pendakian kali ini adalah yang cukup ekstream menurut saya, bukan karena jalurnya yang menantang tapi lebih karena faktor cuaca, yaa sepeti judul yang ada “Badai di Gunung Penanggungan”.
Pendakian pada tanggal 12-13 Januari 2013, bisa dikatakan ini adalah “nite hiking” atau pendakian malam, keren yak 😀 ini bukan karena untuk mencari tantangan lebih tapi lebih disebabkan jadwal kerja dari (team JJ-Telecom) yang ribet bin ruet hahaha (peace man)…

okey langsung saja saya jelaskan rincian biaya dan jalurnya

Start Surabaya Terminal Bungurasih

Bungur – pandaan = @ 6000 (bis)
Pandaan – UBAYA (pos 1)  = @ 7000

di pos pertama UBAYA (universitas surabaya) terdapat warung makan untuk prepare mulai pendakian, makan, atau menitipkan motor.
karena pendakian lumayan lama (-+ 3 jam) disarankan untuk mengisi perut agar tenaga lebih #greng

Memulai pendakian dengan kondisi sudah gelap dan mulai gerimis, senter dan head lamp menjadi penerang jiwa kita saat itu #lebay.
jalur awal kita disuguhi medan yang enak karena treknya turun (loh kok malah turun) cukup untuk pemanasan 😀 tapi setelah itu naek terus bung…

30 menit mendaki pemandangan kota pun mulai terlihat indah dari atas, menikmati pemandangan sejenak sambil menanti ibu-ibu PKK (Feni dan Khusnul) yang kakinya sudah mulai kram

Hujan dan angin kencang menambah berat trek yang dilalui, jarak pandang yang pendek (kurang dari 10 meter) dan jalan yang licin membuat team mulai panik dan lebih lagi para ibu pkk yang lebih sering kesemutan (hahaha) pemandangan kota yang sudah tak terlihat tertutup kabut itu sudah cukup membuat aura horor pendakian kali ini.

3 jam pendakian dan sampailah di padang rumput yang biasanya di pakai untuk camp. mendirikan tenda adalah hal yang cukup menyusahkan di badai seperti ini (sumpah susah) dan kita hanya bisa mendirikan 1 tendaku yang ukuran kecil dan 1 tenda sukses hanya sebagai selimut dan 1 lagi tak terjamah.

tenda kecil untuk ibu pkk dan para pejantan berjaga di luar (sunguh planing yang sempurna *sok jantan*)

pukul 2 dini hari saya putuskan untuk sedikit menikmati badai sambil jalan-jalan* red:berjalan menahan angin agar tak ikut terbang. ternyata dilokasi sudah ramai pendaki yang sibuk mendirikan tenda, ada 1 team yang mendirikan 1 tenda dengan tenaga 10 orang dan gagal hahaha, memang semuanya gagal mendirikan tenda kecuali yang datang sebelum badai.

pagi hari cuaca masih sama badai. badai tak kunjung reda memaksa kita memasak sarapan dengan bersusah payah
walaupun badai menghadang (nyanyi) tak bisa menghalangi kita melaksanakan kegiatan wajib kita yaitu FOTO FOTO walaupun tak maksimal tapi itu adalah cuplikan kenangan untuk diceritakan pada anak cucu kita hahaha

perjalanan menuju puncak dibatalkan dengan mempertimbangkan resiko karena jalur tertutup kabut dan badai yang masih ganas (karena tidak bisa foto-foto juga di puncak dengan cuaca seperti itu) 😀

perjalanan turun cukup lancar karena cuaca sudah mulai kondusif di tengah perjalanan maka jangan lupa kita ucapkan alhamdulillah karena bisa berfoto lagi 😀
DSC05932 a

DSC05906 DSC05907DSC05921 DSC05911 DSC05923 DSC05958 DSC05938 DSC05934 DSC05930 DSC05963a DSC05956 IMG_4128

Papuma Trip

Posted: January 2, 2013 in Jalan Jalan

Memo perjalanan kali ini adalah papuma, pantai nan eksotis di utara kota Jember.
setelah beberapa kali gagal melancong ke papuma akhirnya pada tanggal 10 November 2012 saya berangkat juga kesana (rock) dengan beberapa rekan saya dari komunitas SUKOCO (Surabaya Koprol Community).

Perjalanan di mulai pada pukul 07.00 PM #GMT+7  dari kota tempat saya tinggal Surabaya, karena perjalanan cukup jauh dan dilakukan di malam hari dengan menggunakan motor maka agenda touring kali ini dirasa cukup special dengan persiapan yang lebih dari touring-touring sebelumnya mulai dari service motor sampai perlengkapan touring lainnya.

Dengan membawa stick lamp hasil minjem satpam kantor 😀 (mirip tukang parkir -__- ) kita mulai berangkat dengan menempuh rute Surabaya – Probolinggo – Jember yang kira-kira menempuh waktu 5-6 jam perjalanan.
Perjalanan menuju Probolinggo terasa sangat cepat dan lancar kurang dari 2 jam kita sudah sampai di perimpangan Bromo (Probolinggo) saya cuma bisa bilang WoW (alay) mungkin karena bantuan stick lamp yang cukup efektif membuka jalur ( ya iyalah konvoi 6 motor stick lamp 3 biji #kebanyakan ) tapi tragedi pun terjadi setelah itu #lebay lagi motor saya mengalami insiden ban bocor (sebelum masuk probolinggo kota) karena saya paling belakang jadi sedikit memaksa ban agar terus melaju guna memberi tahu teman di depan tapi ada salah bunda mengandung #lebayKumat kecepatan motor dengan ban kempes ini tak mampu mendahului mereka tapi untung saya ada pengendara motor lain yang berbaik hari memberitahukan teman-teman saya #thanksBro .
tambal ban cukup menyita waktu sekitar 30 menit lebih, setelah selesai kami pun melanjutkan perjalanan.

Rute Probolinggo – Jember cukup lancar dengan kondisi jalan yang cukup bagus sehingga kecepatan konvoi bisa sedikit dipercepat, satu jam setelah probolinggo kondisi cuaca memaksa kita beristirahat (berteduh *red) ya sekitar 1 jam kita berteduh di sebuah pangkalan ojek kosong, perjalanan di lanjutkan kembali dengan kecepatan sedikit pelan (karena jalan licin).
Memasuki kota Jember ban motor saya berulah kembali dan pelakunya sama yaitu ban belakang -__-! karena jam menunjukkan sekitar jam 1 dini hari maka acara mencari tukang tambal ban pun jadi rumit #ampuun karena sudah jengkel dan harusnya kondisi touring tidak boleh ada tambalan pada ban belakan maka ganti ban adalah sebuah pilihan yang bijak. pukul 03,00 dini hari kita pun sampai di cottage yang memang sudah di booking jauh hari sebelumnya

Dibalik semua kejadian tersebut papuma layak menjadi tujuan wisata favorit.

306888_550319131651406_542373908_n

2012-11-11 08.31.52

23904_522859881068268_1826867657_n

51785_520999857913313_344820013_o

131991_550319434984709_2090045291_o

135281_520999217913377_773581922_o

176915_520995801247052_1531688190_o

176997_327515727356582_71983086_o

602545_430620563666459_1455018933_n

665617_550321658317820_829712887_o